ANALISIS KESESUAIAN WISATA PERAIRAN BADALU PULAU MURSALA SEBAGAI SPOT EKOWISATA SNORKLING DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH

Isi Artikel Utama

Paulus Warisman Hulu
Juni Susanti Banurea
Fandi Handika Arta
Eka Saputra

Abstrak

Kabupaten Tapanuli Tengah yang terletak di Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi ekowisata bahari yang belum dikembangkan secara optimal. Wilayah ini memiliki pulau-pulau kecil dengan ekosistem pesisir dan laut yang masih alami, salah satunya adalah Pulau Badalu. Pulau ini memiliki keindahan alam bawah laut yang berpotensi menjadi destinasi ekowisata snorkeling unggulan di kawasan Pantai Barat Sumatera. Analisis kesesuaian wisata merupakan suatu kajian untuk menilai kecocokan dari suatu aktivitas yang dilakukan di suatu kawasan sesuai dengan potensi sumber daya dan peruntukannya dengan menggunakan berbagai variabel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober hingga november 2025 yang berlokasi di perairan Badalu Pulau Mursala Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengamatan secara umum, observasi secara objektif, dan melihat sesuatu kemudian dicatat tentang kondisi di dua titik lokasi pengamatan. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1. Kondisi terumbu karang di perairan Badalu, Pulau Mursala menunjukkan karakteristik ekosistem yang sangat baik dengan kecerahan 100%, arus rendah, kedalaman optimal 2-5 meter, tutupan karang 75-100%, lebih dari 12 jenis life form, 30-50 jenis ikan karang, dan hamparan 100-300 meter. Parameter parameter ini mengindikasikan bahwa ekosistem terumbu karang Badalu masih dalam kondisi sangat baik dan memiliki nilai konservasi yang tinggi. Kemudian nilai kesesuaian wisata snorkling di perairan badalu pulau mursala kabupaten tapanuli tengah menunjukkan nilai 84,2% yang masuk kategori "Sangat Sesuai" mengindikasikan bahwa lokasi tersebut memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata snorkeling berkelanjutan.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel