PENGARUH BENTUK CELAH PELOLOSAN (Escape Gap) YANG BERBEDA PADA BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN TELUK TAPIAN NAULI SIBOLGA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk celah pelolosan pada bubu lipat terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Teluk Tapian Nauli. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan tiga perlakuan bentuk celah pelolosan, yaitu kubus (P1), persegi panjang (P2), dan lingkaran (P3), yang masing-masing diulang sebanyak sepuluh kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah tangkapan, berat, dan panjang karapas rajungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil tangkapan pada setiap perlakuan. Perlakuan P1 menghasilkan 14 ekor rajungan dengan rata-rata berat 72,9 g dan panjang 112,4 cm, yang menunjukkan rajungan berukuran kecil hingga sedang. Perlakuan P2 menghasilkan jumlah tangkapan terbanyak yaitu 22 ekor dengan rata-rata berat 197,9 g dan panjang 231,6 cm, yang merupakan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan P3 menghasilkan 8 ekor dengan rata-rata berat 58,6 g dan panjang 73,5 cm. Hasil ini membuktikan bahwa celah pelolosan berbentuk persegi panjang lebih efektif dalam menahan rajungan berukuran besar dan memungkinkan rajungan kecil untuk lolos, sehingga hasil tangkapan didominasi oleh rajungan ukuran konsumsi. Dengan demikian, penggunaan bubu lipat dengan celah pelolosan persegi panjang dapat mendukung penangkapan rajungan